Wednesday, July 21, 2021

PPKM diperpanjang....

Lagi viral PPKM, yang katanya bertujuan buat memperkecil korban Covid yang tengah membuncah. Sejak diumumkannya aturan PPKM, masyarakat menjadi resah. Apalagi kini ada aturan lagi kalau PPKM diperpanjang, bikin suasana tambah parah. Ah, entahlah.. Yang jelas dampaknya besar banget ke rakyat kelas menengah ke bawah. Rakyat kelas atas pun tak luput kena masalah. Andaikan punya tempat tinggal selain di negara plesnamdua, rasa rasanya ingin sekali pindah. Dulu, yang kata Koes Plus tanah kita tanah surga, kini sudah kadaliwarsa kah?

Sempat terpikir, dimanakah tempat di negeri ini yang tak terpengaruh hebohnya keganasan Corona dan tetekmbengeknya? Adakah setitik tempat yang tetap aman, nyaman, dan tak terusik sedikitpun oleh ulah si virus dan antek anteknya? Kapankah penghuni dunia ini kembali sehat (pikirannya)?

Pernah terbesit ingin tinggal di desa saja yang bener bener masih alami, asri, mandiri, dan terkendali. Tak butuh internet maupun Wi-Fi. Tak perlu HP, radio, pun tipi. Hanya butuh makan, tempat tinggal, pakaian, dan kedamaian di hati. Cukup kebutuhan pokok bisa terpenuhi.

Meskipun tempat tinggal hanya berupa bilik bambu. Tanpa hiasan, tanpa lukisan tegantung di situ. Tak ada tanaman hias di halaman, hanya alang alang dan rumput liar yang tumbuh. Tak ada listrik sebagai penerang, yang ada hanyalah lilin sumbu. Tapi penghuninya tak pernah mengeluh.

Tak butuh berlembar lembar pakaian memenuhi lemari. Cukup dua jenis pakaian buat sehari hari. Pakaian dinas di sawah atau kandang dan pakaian ganti. Dengan mengusung prinsip, pantang dibuang sebelum robek sana sini. T ak perlu risau, takut ketinggalan mode fashion terkini.

Sawah ladang luas membentang. Padi, jagung, ketela, kentang, kacang kacangan, hingga berbagai macam sayuran. Semua terawat dengan alami, tanpa perlu obat obatan yang harganya gila gilaan. Ternak ternak aman di dalam kandang. Sesekali digembalakan di tanah yang lapang. Makan rumput hingga kenyang. Kehidupan damai dan tenang.

Pengen makan telur mata sapi, tinggal nyolong satu dari bawah pantat ayam. Eh, maksudnya dari jerami sarang ayam. Harus hati hati dan jeli, jangan sampai ketahuan dan membuat induk ayam murka. Karena kalau ketahuan, bisa kena patok itu tangan.

Pengen pepes ikan, tinggal mancing di sungai multifungsi. Selain buat tempat mencari ikan, juga bisa buat mandi dan mencuci. Bisa kau lihat ikan ikan berenang di dalam air yang bening. Tusuk dengan tombak atau jebak dengan bubu dijamin berhasil. Ikan segar pun siap dijadikan pepes yang gurih lagi nagih.

Pengen yang segar segar sayur bayam. Tinggal petik segenggam dari kebun belakang. Bawa ke dapur, masak dengan hati riang meskipun terkadang mata pedih meradang. Terkena asap dari tungku kayu yang apinya hampir padam. Harus segera ditiup menggunakan batang bambu kecil dengan segenap kekuatan hembusan. Ah, api di tungku kembali menyala hingga masakan matang dan siap dihidangkan.

Tak lupa buah pepaya ataupun pisang selalu ada di meja makan. Baik di meja maupun lesehan, makan bersama tetaplah paling menyengangkan. Sambil bercengkerama semua anggota keluarga, tanpa terdistraksi oleh dunia maya. Menikmati hidangan dengan penuh rasa syukur dan bahagia meskipun sederhana.

PPKM diperpanjang? Tak masalah. Di lumbung masih ada stok gabah. Masih ada ternak yang bisa diandalkan di kandang belakang rumah. Masih ada air bersih melimpah. Masih ada berbagai tanaman bermanfaat yang tumbuh dengan mudah. Masih bisa menambah asupan gizi dengan buah. Masih ada pasar yang menopang perputaran ekonomi agar tidak goyah. Dan yang pasti, anak anak tetap bisa berangkat sekolah.

PPKM diperpanjang? Coba bayangkan. Kalau tinggal di lingkungan kayak gitu mah tetap aman. Karena pada dasarnya, manusia tetap bisa hidup tenang kalau kebutuhan pokok sudah dalam genggaman. Yang membuat kehidupan kian terasa sulit itu kalau menuruti hawa nafsu, keinginan. Maka dari itu, selalu mohonlah rejeki berupa sehat dan iman. Karena harta kekayaan hanyalah rejeki nomor ke sekian.

*Renungan malam
**Ngetik sambil neneni Adek Hamish yang lagi demam

Read more...
separador

Tuesday, July 13, 2021

Korban

Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, rasa rasanya begitu sepi, tak seperti dua tahun ke belakang. Kabar berita di mana mana hanya ramai menyiarkan si makhluk kecil bernama Corona yang udah banyak banget menelan korban jiwa. Bahkan sekarang Corona banyak variannya. Alfa, Beta, Delta, Gamma, Lambda, Kappa, Oppa. Eh! Yang terakhir tadi bukan. Besok bisa bisa kita kehabisan simbol nama buat varian barunya. Lalu simbol nama yang tersisa hanyalah Sin, Cos, dan Tangen aja.

Corona tak henti hentinya menggemparkan sebagian dunia. Padahal belahan dunia bagian Eropa dan Amerika sudah berganti digemparkan oleh euforia kemenangan Italia dan Argentina, bukan lagi oleh Corona. Lalu, kenapa di belahan dunia bagian Asia, terutama negara plesnamdua ini Corona masih merajalela, ya?

Kabar ibadah haji pun tak terdengar lagi gaungnya. Atau akunya aja yang gak pernah update acara warta berita? Biasanya kan setiap tahun ada calon jemaah haji yang "unik" untuk dijadikan isi berita. Tukang bubur naik haji, emak ingin ke Mekah, itu mah udah biasa. Yang luar biasa itu, pemulung naik haji atau tunawisma bisa korban sapi, misalnya. Sepertinya, berita unik menjelang Idul Adha tahun ini adalah tukang bakso yang menjadi korban keganasan penguasa. Eh!

Katanya, beli sembako bakalan kena pajak. Dan baru baru ini, demi genjot pemasukan negara, pedagang bakso juga bakal dikenakan pajak. Ya Tuhan... Entah besok sektor apa lagi yang bakalan dikorbankan untuk dikenai pajak. Badan ini aja udah berat, ditambah beban biaya hidup yang kian menanjak. Hidup di negara +62 gini amat, yak?!

Belum lagi, ada yang namanya PPKM. Apalah itu aku gak begitu paham. Aku taunya PPKN, yang pernah dulu dipake buat di sekolahan. Gunanya biar kita jadi makhluk yang beradab bukan malah biadab. Kalo jaman sekarang, PPKN nya udah diganti jadi PPKM kali ya. Katanya sih gunanya buat menekan korban kematian karena Corona. Tuh kan, lagi lagi isinya soal Corona. 

Cara kerja PPKM itu, nyuruh masyarakat pedagang kecil tutup lapaknya. Ada yang dibatasi jam operasionalnya, digusur paksa, didenda, bahkan dagangannya harus rela dikorbankan untuk disita. Sebagian jalan raya akses transpotasi dan distribusi utama ditutup juga. Lalu masyarakat cuma diminta mbegegek neng ngomah gak entuk ngapa ngapa dan gak entuk kemana mana. Gokil, kan?

Tapi tenang... Meskipun begitu, pemimpin negeri ini sudah berpesan "jangan sampai rakyat susah makan karena PPKM darurat."

Enggak kok Pak, kita gak sariawan ataupun sakit gigi sehingga menyebabkan kita susah makan. Kita cuman sakit hati dan sakit lambung karena sering menjadi korban janji jiwa. Eh, itu mah merk minuman! Sehingga tekanan darah dan asam lambung kian melambung tinggi tinggi sekali ii ii... Kiri kanan ku lihat saja, banyak rakyat sengsara...

Benarkah begitu, pemirsa?

Berjualan alias berdagang, di jaman sekarang itu gak gampang, gan! Penuh tantangan onak duri yang mengerikan. Yang tak mampu bertahan, bakalan terkorbankan, tumbang, tergerus jaman. Lagipula, hampir semua bidang jualan pakai cara online, mulai dari jualan sandang, pangan, perabotan, sampai jasa tambal ban. Yang gak ngerti cara jualan online, minggir aja kalian!

Hebat. Pesat sekali negeri ini mengalami kemajuan di bidang perdagangan. Keren sekali, bukan?

Anyway, siapa yang tahun ini bisa ikutan korban? Semoga senantiasa Allah memberikan kelapangan hati kita buat berkorban, meskipun dalam kondisi ekonomi lagi sempit maupun lapang. Korban kambing atau iyuran korban sapi, harga cuma dua jutaan kan? Kalau bener bener niat pasti Allah mampukan. Bayangkan, kita cuma disuruh korban kambing, bukan korbankan anak kayak Nabi Ibrahim, mosok gak mau berjuang?

Yang udah berjuang tapi ternyata uang belum cukup untuk menebus seharga seekor kambing doang, tetap putus asa, jangan semangat. Lah, kebalik kan malahan. Ya intinya tu jangan bersedih hati, karena Nabi udah berkorban buat kita juga, umatnya. Maka, bergembiralah...

Ada sapi di peternakan.
Daripada bersedih hati, ayo main tebak tebakan.

Unta. Unta apa yang paling bikin bahagia? 😊

Read more...
separador

Thursday, December 31, 2020

Pray for Indonesia

Did you feel that....??
👇
Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
(QS. Al-An'am 6: Ayat 123)
.
.
Seandainya...
👇
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)
.
.
Masih ada harapan...
👇
Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
(QS. Hud 11: Ayat 117)
.
.
Apakah kita mengira covid, bencana alam, dan kerusakan2 lain di bumi ini adalah fenomena alam belaka?
.
Katanya, negara +62 adl negara dg mayoritas muslim terbesar di dunia. Katanya juga, di saat hujan adl salah satu waktu mustajab buat berdoa.
Maka dari itu, mbok ayo semua  muslim warga negara Indonesia raya ini kita berdoa utk keselamatan, kerukunan, dan kebaikan kita semua.
🌧️🌧️🌧️
🤲🤲🤲

Read more...
separador

Sunday, July 12, 2020

Jasmine dan Sepeda (Part 1 - Roda Dua)

Untuk ke sekian kalinya, tidur siangku bagaikan sinetron yg kebanyakan iklannya. Sebentar2 terbangun. Aku ga menyukai hal itu krn membuat kepalaku pening. Dan, hey, sekarang sudah bukan siang lagi. Matahari hampir tenggelam.

My 2-year-old punya hobi yg sangat ia tekuni, yaitu main air, menjadi salah satu alasan kenapa aku ga bisa tidur siang dg tenang. Hobinya itu membuat aku harus  sering2 mengechecknya. Dia juga punya basecamp favorite -- selain kamar mandi, yaitu 'mburi omah', yg dia selalu ingin main ke sana.

Pas lagi enak2nya tidur, tau2 ada yg datang dg suara yg terdengar panik. Terdengar jg suara tangisan anak kecil yg aku sangat mengenali suara itu.
"Mbak Ika, Jasmine tibo!"
Mak gragap, aku segera bangkit. "Jasmine!"

Innalillahi...!! 😨😱
Segera ku ambil alih anakku dari orang yg menggendong dan mengantarkannya pulang. Ku lihat ada luka di pelipis dekat mata anakku, sedikit kotor terkena pasir. Agak ngilu melihat lukanya, tp aku mencoba utk bersikap setenang mungkin.

Beberapa orang turut datang, pengen tau ada apa dan kenapa-nya. Ada yg bilang kalo Jasmine habis jatoh pas naik sepeda. Eh, Jasmine naik sepeda? Sepedanya siapa? Sama siapa? Gimana kejadiannya? Kok bisa? Dan bla bla black sheep have you any wool? Yes Sir, yes Sir, three bags full. Wkwkwk... 😜

Eh, anaknya terluka kok malah becanda!

Tenang, tenang para pemirsah yg budiman dan budiwati. Ini hlo, anakku lagi nangis krn kesakitan -- atau malah nangisnya krn kaget dan ketakutan? Aku ga terlalu peduli sama apa yg jd pertanyaan dan dugaan orang2 tentang gimana kronologi jatohnya anakku dari sepeda. Yang aku pedulikan saat itu hanyalah anakku dan perasaannya. Jasmine pasti shock, ketakutan, dan merasakan sakit tentunya. Kubersihkan lukanya dg kapas dan air (ga punya revanol atau cairan pembersih luka sejenisnya). Anaknya menangis keras.

Ada yg menyalahkan si korban yg terluka, ada yg menyalahkan si pemilik sepeda, ada yg menyalahkan sepedanya, ada yg menyalahkan situasinya, atau mungkin diam2 ada yg menyalahkan emaknya? Wkwkwk... 😆🙈
Terlepas dari itu semua, terimakasih atas segala simpati dan perhatiannya.

Yang anakku butuhkan adalah sang penenang. And guess who or what is it? Yes. Me. I am, her mother. Aku gendong dia sambil usap2 punggungnya. Ku sibakkan anak rambut yg menutupi dahinya. Ku ciumi ubun2nya. Now you are save, darling. I'm here. Sebentar kuabaikan perut yg makin membuncit ini meskipun rasanya bagaikan menggendong dua anak sekaligus.

Jasmine masih terus menangis...
"Iya Nak. Mama tau, ini rasanya sakit. Dikasih obat yaa... Biar lekas sembuh..."
Anakku bersikeras ga mau diolesi obat (pemberian om-nya). Malah tambah kenceng nangisnya.
"Tadi Jasmine kaget ya pas jatoh? Jadinya nangis... "
Setelah kuberi minum, kubawa dia sedikit menjauh dari orang2, berharap itu akan membuatnya lebih tenang. Tidak ada lagi kata2 yg keluar dari cangkem ini, yg ada hanyalah belaian dan sentuhan. Tak lama kemudian, Jasmine berhenti dari tangisnya.

Setelah ketegangannya berkurang, berangsur angsur Jasmine mulai ceria lagi, meskipun lukanya belum mau diolesi obat. It's oke, aku ga memaksanya harus diobati sekarang. Toh cuma luka ringan, bukan luka berat yg kalo ga segera ditangani bisa mengancam nyawanya. Wajar anak kecil naik sepeda trus jatoh. Apalagi Jasmine yg sama sekali belum bisa naik sepeda dan ga punya sepeda.

🧕: Dulu, mama pas kecil jg pernah jatoh dr sepeda. Kaki mama luka. Berdarah. Sama kayak Jasmine. Mama jg nangis, soalnya sakit.
👧: Iya, ya Ma. Tama kek Jasmine. Bedalah. (Sama kayak Jasmine. Berdarah).
🧕: Jasmine besok naik sepedanya yg roda tiga dulu aja yaa. Yg aman buat anak kecil kayak Jasmine. Kalo sepeda roda dua buat anak yg udah mau besar kayak Caca. Besok Jasmine beli sepedanya yg ada gambar burungnya?
👧: Moh bulung, yg ada engibetnya (yg ada angrybird-nya).
🧕: Ya. Yg ada lampunya juga? 
👧: Iya.
🧕: Besok dilihat dulu ya, di tokonya ada apa enggak.
👧: Ya.

Begitulah anak kecil. Meski gampang nangis, tapi juga gampang lekas hepi. Meski terluka dan merasakan sakit, tapi bisa segera bangkit dan ceria lagi. Setalah Jasmine mandi, bersih, seger nan wangi, doi kembali main, dan cerewet seperti tidak terjadi apa2 sebelumnya.

Nih, anaknya malah minta difotoin 👇😁

Read more...
separador

Thursday, July 9, 2020

Jasmine and The Pee

Anak perempuanku yg bernama Jasmine, selama ini ku kenal sbg anak yg manis nan penurut. MasyaAllah... Tabarakallah... Aku bangga memilikinya. Dia mudah sekali menerima nasihat dariku, mudah dikendalikan, dan kalo dia lg badmood mudah pula diswitch jd good mood, jd feeling good. Lucunya lagi, kalo dia dinasihatin, terkadang malah balik nasihatin, wkwkwk... 😜

Tapi... Seiring perkembangan dan pertambahan usianya, aku merasa dia tidak sama lagi spt Jasmine yg dulu. Sekarang usianya 27 bulan alias 2 tahun lebihnya sekitar 3 bulan. Detailnya 839 hari (terhitung mulai dari aku posting tulisan ini). Akhir2 ini, aku dibuatnya jengkel dan marah2 krn "hal yg sama." Dia melakukan perilaku yg seharusnya tidak dia lakukan... 😣

Orang tua mana yg sengaja ngajarin anaknya yg jelek2? Pasti ga ada kan? Begitu juga aku, sbg ibunya, dan didukung pula oleh Pak Arief, sbg bapaknya. Kami berdua selalu ngajarin dan nyontohin Jasmine perilaku / adab yg baik, mulai dari hal2 kecil -- yg mungkin orang lain anggap sbg hal remeh temeh sekalipun. Salah satunya adab yg baik saat ke kamar mandi.

Aku ajari anakku adab kalo mau pipis atau pup di kamar mandi. Masuk kaki kanan, keluar kaki kiri. Eh, ini salah Jasmine. Kebalik. Masuk kaki kiri, keluar kaki kanan. Jangan lupa berdoa biar ga diganggu setan. Jangan banyak bicara dan jangan berlama lama. Bukannya sombong, di usia segitu anakku udah hafal lafaz doa kalo mau masuk dan keluar kamar mandi. Bahkan, sejak usianya kurang dari satu setengah tahun, dia udah bisa mengekspresikan rasa kebelet pup-nya dg bilang "eek", sebelum terlanjur brojolan di celana. Dan fase toilet training nya Jasmine terbilang gampang. I'm proud of her! 😘

Did you know? Saat dia berada di fase penasaran dg alat kelaminnya, suka pegang2 alat kelaminnya, dg lugas aku kenalkan nama alat kelaminnya. Kalo anak perempuan itu nama kelaminnya vagina. Kalo anak laki2 itu penis. Dia familier dg dua kata yg dianggap orang lain tabu itu. Bukan menyebut kelamin dg nama palsu spt manuk, burung, titit, dsb. Kukasih tau juga kalo alat kelamin itu sangat berharga, harus dijaga. Harus ditutup, malu kalo sampe kelihatan orang. Ga boleh dipegang pegang sembarangan, takut kena kuman. Aku ngajarin Jasmine tentang pentingnya punya rasa malu.

Tapi terkadang, apa yg selama ini diajarkan pada anak di rumah, bisa rusak oleh ajaran dari luar rumah. Di situ aku merasa perjuanganku selama ini sia2. Hiks. Mo marah, tapinya pada siapa...??

Pada akhirnya, Jasmine lah yg menjadi korban kemarahan emaknya krn melakukan "hal yg sama" itu. Dua hari lalu, pagi2 Jasmine udah mandi, perut udah terisi, ready lanjut dinas ke luar (bermain sama temen2nya). Selang beberapa waktu, aku memergokinya jongkok tanpa rok di halaman rumah orang. Ternyata dia pipis di sana. Astaghfirullah... 🤦‍♀

Kutarik dia pulang, kubersihkan, kupakekan roknya kembali, lanjut dia pergi dinas lagi. Nyang mburi omah (lokasi favorite anak2 buat main). Nah, neng kono enek kalen sbg pemisah antara jalan dan sawah. Jasmine main ke sana sama sodaranya. Pulang2, ku lihat dia telanjang, roknya basah dan dicangking. Aku dapat laporan dari sodaranya kalo anakku habis pipis neng kalen.
Astaghfirullah... 🤦‍♀ (1)

Tadi siang, Jasmine melakukan aktivitas yg sama kek biasanya, main sama temen2nya. Waktu itu aku ketiduran. Tiba2 aku diteriaki sama Pak Arief "Ma, hlo Jasmine udoh!" (Jasmine telanjang).
Aku kaget, mak tratap, kepala pusing krn terbangun mendadak. Mak bedunduk, mak pethungul, kulihat bocahnya muncul dari balik gorden, menuju ke tempat dimana aku masih berbaring. Tanpa rasa bersalah, dan dg polosnya dia melapor padaku "Mama, celanane Jasmine ditotoli" (Celananya Jasmine dikotori).

Tapi yg terlintas di pikiranku seketika itu adalah:
Astaghfirullah... 🤦‍♀ (2)
Terjadi lagi??!! 😲😓
Pemandangan macam apa ini??!! 😤😣

Segera kutarik Jasmine sambil mencari dimana keberadaan celana hijaunya. Kata2 intrograsi meluncur begitu aja dari cangkem ini, tanpa ba bi bu, tanpa peduli ekspresi gadis kecil itu -- yg mungkin ketakutan krn emaknya teriak2.
Jasmine kenapa pulang2 telanjang (lagi)?!
Habis pipis sembarangan (lagi)?!
Pipis sama siapa (lagi) kali ini?!
Pipis dimana?!
Mana celananya?!
Dan bla bla bla...
Emaknya berubah jd kayak monster, Jasmine nangis kejer.

Kutemukan celana Jasmine tergeletak di halaman tanah dlm kondisi basah dan kotor. Di tanah itu ada dua bagian yg basah (aku menduga, salah satunya adl bekas pipisnya Jasmine). Segera kugiring anakku ke kamar mandi, kubersihkan, kupakekan celana ganti yg bersih. Kugendong dia ke tempat tidur. Kubaringkan dia di kasur.

Dia masih nangis2, sambil bilang "Maaf ya Maaa..." (Selalu spt itu, tiap kali kena marah, dia pasti bilang begitu). Anaknya ku omongin banyak2... Sambil ku usap2 kepalanya, punggungnya... Aku tau, dia lelah dan ngantuk, lagipula sekarang adl jam bobok siangnya.

Jasmine jangan pipis sembarangan lagi.
Malu, dilihat orang.
Nanti bau pesing, kan di sana buat lewat orang.
Allah suka anak yg bersih.
Kalo pipis di kamar mandi. Trus cawik.
Lain kali jangan diulangi lagi yaa.
Janji?
Mama ga suka Jasmine pipis sembarangan.
Bla bla bla... Hingga anaknya ketiduran...

Mungkin, bagi sebagian ortu, anak pipis di mana aja, adl hal lumrah. Malahan, ada yg kalo anaknya pengen pipis, disuruh pipis di depan rumahnya. Bukannya dianter ke kamar mandi. Tapi bagiku, aku ga mentolerir perilaku anakku yg semacam itu. It's oke kalo dia masih ngompol, it's not a big deal. Yang jadi masalah adl aku ga suka dia dg sengaja pipis sembarangan.

Dan aku adl tipe emak yg akan menerapkan konsekuensi atas perilaku anakku yg menyimpang dr aturan. Kami sepakat, kalo Jasmine melakukan suatu pelanggaran, itu artinya bakalan ada jatah kesenangannya yg berkurang. Jasmine senang main HP, senang mimik susu kotak, juga makan jagung bakar. Karena dia pipis sembarangan (berkali kali), maka kesenangan itu kucabut darinya. Ga ada jatah main HP menjelang tidur (boleh nonton tapi ga boleh sbg operator), ga ada jatah beli susu kotak, pun jagung bakar. Hahahaha 😈

Dianggap sbg emak yg jahat? 😏
Bodo amat! 😝

Aku bukanlah ibu yg sempurna atau sok sempurna dlm hal mendidik anak. Aku cuma ibu yg pingin memiliki anak yg lebih baik dari diriku yg apalah2 ini. Memilikinya bisa menjadikan diriku lebih baik lagi. Mungkin saat kecil, anak kita terlihat begitu manis, baik, dan sholih, tapi belum tentu kelak dia akan tetap spt itu. Dan belum tentu juga anak yg masih kecil terlihat nakal, bandel, suka bikin onar, besok gedenya akan terus begitu. Tugas kita sbg ortu hanyalah mendampingi mereka agar anak2 kita tetap berada di jalur yg seharusnya. Kita ga pernah tau sampai kapan kita bisa membersamai mereka. Maka dari itu, selagi kita masih ada, mari kita tanamkan adab2 yg baik sedari dini, karena masa2 itulah anak2 mudah diajari. Sungguh, mereka adl spons yg luar biasa, mudah menyerap apapun di sekitarnya. Mari kita didik anak2 kita adab2 yg baik sebelum mereka terlanjur dididik oleh lingkungan. Semoga senantiasa Allah membentengi anak2 kita dr perilaku yg buruk.

Sekian.
Saya, emak yg leluasa main HP krn ga dipinjem oleh anaknya 😆😈😜

Read more...
separador

Siklus Berkembangbiaknya Pakaian Anakku

Bagi yg punya balita dan lagi aktif2nya, pasti paham banget dong soal kenapa pakaian mereka cepet banget berkembangbiaknya. Pagi, kranjang/ ember wadah pakaian kotor udah kosong mlompong, menjelang siang, satu dua stel pakaian anak mengisi kekosongan. Eh, belum nyampe sore, pakaian2 itu udah saling fall in love, bercumbu mesra, tumpuk undung hingga akhirnya mereka beranak pinak dg pesatnya. 😅

Itu tandanya anak kita sehat2, punya banyak pakaian yg layak, dan bisa selalu tersedia dlm kondisi bersih. Alhamdulillah yaa.. Semoga kita (juru cuci manual cap Nyonya duduk) senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam mengendalikan perkembangbiakan pakaian anak2 kita. Semoga rasa lelah yg sering menghampiri tubuh ini berbuah manis suatu saat nanti, Aamiin... 😇

Selain mengendalikan perkembangbiakan pakaian, aku juga belajar mengendalikan diri, utk ga terlalu bayak ikut campur urusan gadis cilikku. Juga berusaha meredam cangkem ini utk tidak berteriak "Jangan!!" atau "Nanti kotor!!" Anakku mau main sama temennya neng mburi omah (lokasi favorite anak2 buat bermain), mau naik turun tangga di rumah berkali kali, mau main hujan, main pasir, main lumpur, main air sampe nyemplung ember sekalipun, aku berusaha ga mempermasalahkannya. Ku biarin. Sesukanya. Sebahagianya. Aku baru akan ikut campur kalo udah ada tanda bahaya, terdengar suara tangisannya, atau kalo dia melakukan suatu pelanggaran.

Tak jarang tingkah polah anak bikin ortu gregetan, takut, khawatir, pun sekaligus  bikin bangga. Dulu, kalo aku liat anakku main air, kungkum, aku khawatir nanti dia bisa kepleset atau takut dia masuk angin. Aku sebel krn pakaiannya basah dan harus ganti, aku jadi capek nyuci. Sekarang, aku berusaha utk ga terlalu ambil pusing, tanamkan positive thinking. Misal, saat mata ini menyaksikkan anak lg asyik main air. Batin ini berkata, gak apa2 Nak, sebahagiamu. Sehat, sehat, sehat, ga sakit, ga masuk angin. Dengan begitu, aku merasa diri ini lebih selow dan lebih waras, wkwkwk... 😌😜

Kalo kondisi biasa, anakku cuma mengotori dua stel pakaian. Pagi dan sore. Kalo kondisi luar biasa dan di luar dugaan, anakku bisa mengotori lebih dari tiga stel pakaian. Pagi habis mandi, beberapa menit kemudian, menjelang siang, habis mandi sore, menjelang tidur, dan kadang saat dia udah tidur pun (krn ngompol). Wkwkwk... 😜

Keesokan harinya, pakaian2 yg sedang beranak pinak di keranjang itu udah kembali bersih spt semula. Mereka hidup bahagia di dalam lemari meski hanya sekejap saja. Suatu saat nanti, pakaian kotor yg menumpuk itu hanya akan menjadi kenangan yg pasti ku rindukan. ☺

Tamat.

Read more...
separador

Tuesday, July 7, 2020

Jasmine dan Susu Kotak (Part 1 - di Warung Sebelah)

~ Jasmine dan Susu Kotak (Part 1 -- di Warung Sebelah)

Kemaren, siang2 waktu aku lg duduk2 santuy, tiba2 ujug2 mak bedunduk  ada yg mendatangi. Eh, jebulnya anak gadisku sendiri... Pulang dari main...

👧: Mama, Jamin mau tutu (Jasssmine mau susu) -- anakku mah gitu, kalo kecepeten nyebut namanya, Jasmine jadinya Jamin 🤦‍♀
🧕: Susu apa?
👧: Tutu totlat (susu coklat)
🧕: (Dalem hati... Untung cuma minta susu coklat, bukan susu ibu. Kan dia udah disapih, umurnya dah dua tahun lebih). Beli di mana?
👧: Di Mbak Meloni (Padahal namanya Melani).
🧕: Ya, nanti yaa.. Bobok siang dulu. Kalo dah bangun nanti trus beli susu coklat.
👧: Moh bobok tiang!
🧕: Jasmine pilih mana? Bobok siang dulu, trus beli susu. Atau... Ga bobok siang, ga beli susu.
👧: Jamin mau tutuuuu...!! (dia mulai teriak, makin merengek, sebentar lg pasti akan turun tangan, ngamuk. Bisa ngeplak, njiwit, njambak, atau apapun itu yg bisa dibilang semacam KDRT. Wkwkwk...).
🧕: Jangan menyakiti! (Ku pegangi tangan mungilnya yg barusan mendarat di wajahku, habis ngeplak).
👧: (Tangannya beralih ke rambutku, berniat njambak).
🧕: Anak baik tu ga menyakiti! Kalo dijambak itu sakit, tau?! (Sebelum rambutku mbrodol kena jambak yg makin kuat, ku genggam erat lengan ciliknya, sedikit demi sedikit biar jarinya terlepas dr rambutku yg kusut krn udah lama ga kesentuh air dan shampoo).
👧: (Akhirnya benteng pertahanannya utk mendapatkan susu coklat runtuh jg, nangis kejer lah dia. Wkwkwk...).
🧕: (Puk puk puk... Peluk doi sambil elus2 punggungnya).
👧: Maaf ya Maa... (Sambil masih nangis, tp ga seheboh yg tadi).
🧕: Iya.. Mama tau, Jasmine kesal krn pengen banget mimik susu coklat tapi ga langsung mama belikan ya? Susu yg ada gambar beruangnya itu kan? Masalahnya adalah Jasmine belum bobok siang. Nanti kalo pas mimik susu trus Jasmine  ngantuk, jadi ky mas yg di video 'tung tak tung tung' itu pie? (Sambil meragain kepala Jasmine yg teklak tekluk pura2 ngantuk dan itu bikin kami berdua tersenyum lucu. Video bisa dilihat di postingan sebelum2nya). Nah, ayo sekarang bobok siang dulu, nanti kalo udah bangun, ga ngantuk lg, trus beli susu deh!
👧: Beli tutu dua ✌ totlat sama tobeli
🧕: (Eh, nglunjak dia. Wkwkwk). Satu aja ya☝ Soalnya susunya mahal, tiga-ribu-lima-ratus. Mahal itu harus pake uang banyak. Uangnya mama sedikit, cuma cukup buat beli susu satu.

----------

Sering anakmu merengek minta sesuatu, hingga melakukan KDRT padamu, Mak? (Basanya anak2 takut sama bapaknya, so, yg lebih sering jd korban adl emaknya)
Kalo iya. Brarti sama. Hahaha...
Mungkin bagi sebagian besar ortu, melihat tingkah anaknya yg spt itu jd sebel, anyel, mangkel, marai frustrasi dan rasane pengen mengisolasi diri. Wkwkwk...
Daripada menyaksikkan tangisan dan amukan anak, mending diturutin aja keinginan si anak. Biar lekas piling gud, laik asyud. Yes. Si anak menang! 😏

Kalo aku, NO WAY! 🙅‍♀
Terkadang, utk urusan sepele spt itu, aku ga mau kalah dan ga mau ngalah begitu aja sama anakku. Di sini, aku lah yg pegang kendali, aku lah ratunya. Hahaha..

Enak aja, dia minta ini itu dg segera langsung seketika sim salabim tanpa melakukan suatu usaha, tanpa ada kontribusinya. Bukannya sbg ortu ga ikhlas, bukannya ga sayang anak, tapi, apa salahnya ngajarin anak utk menunda kesenangan, membiasakan anak utk tidak manja yg kemauannya harus diturutin segera, melatih anak utk menaati aturan keluarga dan memenuhi kewajiban dahulu baru mendapatkan haknya? 😒

Selain itu, aku ingin mengajarkan anakku ttg KEINGINAN vs KENYATAAN. Manusia boleh berkeinginan, tapi hidup tak selalu memberikannya. Sangat realistis kalo banyak keinginan manusia tidak terpenuhi, termasuk keinginan anak. Aku ingin menunjukkan ke anakku kalo semua orang juga mengalami hal yg sama : TIDAK SEMUA KEINGINAN MEREKA TERPENUHI, apalagi dalam satu waktu semua terjadi. Memang berat, tapi ini harus dibiasakan agar anak melihat kenyataan dan belajar menerima kenyataan.

Bagiku, rutinitas bobok siang itu penting utk anakku. Dan wajib hukumnya. Makanya, kalo anakku melewatkan jam bobok siangnya, pasti akan ada konsekuensi di belakangnya. Misal : ga dibolehin main HP seharian hingga malam, ga boleh minta susu, permen, atau jajanan lain.

Aturan kalo Jasmine minta sesuatu:
1. Jasmine minta, oke ku kasih saat itu juga.
2. Jasmine minta, well, let's talk about it later, tunggu dulu, nanti ku kasih.
3. Jasmine minta, I'll give you another better, semisal krn permintaan dia ga bisa ku penuhi atau permintaannya terlalu absurd bagiku, wkwkwk...

Selain ga mau kalah, aku jg ga mau ngalah dr anakku. Kalo dia udah mulai keterlaluan, main tangan, ga akan aku biarkan diri ini menjadi sasaran bulan2an. Memangnya ga sakit apa kalo dipukul, dijambak, dijiwit?! Mentang2 dia masih kecil, aku yg udah besar ini dipukuli, trus aku suruh ngalah diem aja gitu. Oo, tidak bisa begitu Esmeraldah... No no no no! ✋😒

Meski aku ga mau ngalah, aku tetap berusaha mencoba memahami apa yg dia rasakan. Aku tau dia sangat menginginkan susu coklat favoritenya. Di sini, dia jarang banget dapet jatah minum susu kotak (mengingat anggaran rumahtangga tak cukup buat selalu menyediakan susu untuknya) 🙈
Semua perasaan dapat diterima. Sebagian tindakan harus dibatasi. Aku mencoba menerima dan memahami perasaan Jasmine yg mungkin kesal, marah, krn dia tdk mendapatkan apa yg dia inginkan, jadilah perasaannya diinterpretasikan menjadi perilaku agresif, mukul, njambak. Tapi, kalo direspon dg  kata2 yg 'membenarkan' adanya perasaan negatif itu, dia bisa jauh lebih tenang dan ga merengek atau melakukan KDRT lg padaku.

Akhlak dan kebiasaan seseorang dibentuk sejak dia masih kecil. Jika sedari kecil terbiasa bicara kasar, berperilaku kasar, sampai dia jadi uztad pun akan jadi uztad yg kasar. So, aku ga mentolerir perilaku menyimpang dr anakku dg alasan "Ah, namanya juga anak2."

Aku mencoba memahami bahwa saat perasaan anak tidak baik, mereka tidak bisa berperilaku baik. Jasmine kesal, marah, krn ga dibelikan susu? It's normal. Boleh marah.. Silakan.. Aku ga melarang anakku marah, pun ga melarangnya menangis.
Perilaku yg ga ku ijinkan saat Jasmine marah adl :
1. Teriak atau menjerit berlebihan
2. Melempar atau merusak barang2
3. Menyakiti diri sendiri atau orang lain

----------

Nah, setelah amarah dan rengekan Jasmine mereda, kami berdua gojekan spt biasa di kamar, belajar buku kisah nabi2, bermain peran, aku jadi Jasmine, Jasmine jadi aku, hingga kami lelah, ngantuk, akhirnya ketiduran hingga waktu ashar menjelang.

Malamnya, sehabis isyak, kami jalan berdua, bergandengan tangan, membawa selembar uang menuju ke warung sebelah milik mbak Meloni, eh, Melani. Beli susu kotak coklat ultra mimi. Karena Jasmine udah penuhi kewajibannya bobok siang, maka aku pun berikan haknya utk menikmati susu coklat keinginannya.

Di warung, Jasmine minta tambahan jajan pilus. Meski harganya cuma limaratus tetep ga ku belikan, krn dlm kesepakatan, dia cuma boleh beli susu kotak satu. Untungnya dia mengerti dan ga bikin rusuh di sana krn ga dibelikan pilus. Setelah berhasil mendapatkan susu coklatnya, kami berdua pulang dg riang gembira, sambil ngobrol2 tentunya... 😁

----------

Kelihatan so easy, yes? 😅
Jasmine mudah dikendalikan. Cuma dibilangi begini begitu aja, ga butuh waktu lama, amukan dan amarahnya bisa mereda. Luluh. Bisa nurut kata2 emaknya.
Yah. Begitulah efek dari "the power of cangkem" 🤭
Maksudnya, sering2 lah ngajakin ngobrol anak, intinya sih itu.
Yg aku lakukan : berperan sbg teman yg asyik buat Jasmine.
Yg orang lain lihat : "Ini udah emak2 kok bicara dan tingkahnya kek anak2 sih?"

Demikian.
Saya, emak yg galak 😒

Read more...
separador

Followers